SEMAFSIALAZHAR.MY.ID, Kairo-Sabtu, 23 April 2022 – Malam lailatul qadar adalah malam yang penuh dengan kemuliaan, malam lailatul qadar hanya akan terjadi setahun sekali yaitu tepatnya pada bulan Ramadan, sehingga ketika bulan Ramadan datang akan banyak pula orang yang siap berburu untuk mendapatkan malam lailatul qadar tersebut.
Diantara keutamaan malam lailatul qadar ialah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Artinya jika kita beribadah pada malam lailatul qadar, maka pahala yang didapat lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan.
Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasannya Rasullulah SAW bersabda “Di bulan Ramadan itu terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapatkan kebaikan.” (HR. An Nasa’i).
Dari hadits ini, kita melihat bahwa betapa ruginya mereka yang tidak berjuang untuk mendapatkan kemuliaan dalam malam tersebut. Keutamaan lainnya pada malam itu, yaitu Malaikat turun membawa keberkahan, rahmat dan juga kebaikan mengaminkan semua doa yang terpanjatkan serta mencatat setiap amal ibadah yang dilakukan seorang muslim pada malam tersebut.
Sebagaimana firman Allah SWT “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (Q.S Al-Qadr: 4)
Malam lailatul qadar juga disebut dengan malam penghapus dosa. Abu Hurairah RA. Berkata, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه
“Barangsiapa melakukan sholat sunnah (ibadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaq ’alaih).
Adapun waktu terjadinya Lailatul Qadar banyak perbedaan pendapat. Ada riwayat yang mengatakan kejadian tersebut jatuh pada tanggal 21 Ramadan. Diuraikan Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitabnya masing- masing. Imam Syafi’i mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang paling shahih.
Pendapat lainnya ada yang mengatakan tanggal 23 Ramadan. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah ibnu Unais dalam kitab Sahih Muslim dan hadis ini konteksnya mendekati hadistnya Abu Sa’id; hanyalah Allah yang Maha Mengetahui. Dan menurut pendapat lain jatuh pada tanggal 24 Ramadan.
Sehubungan dengan hal ini Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Al-Jariri, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
«لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ»
Artinya: “Lailatul Qadar adalah malam dua puluh empat (bulan Ramadan).” Sanad hadits ini semua perawinya berpredikat siqah.
Dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
«إِنِّي رَأَيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَأُنْسِيتُهَا وَهِيَ فِي العشر الأواخر من لياليها وهي طَلْقَةٌ بِلُجَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا لَا يَخْرُجُ شَيْطَانُهَا حَتَّى يُضِيءَ فَجْرُهَا»
Artinya: “Sesungguhnya aku telah melihat malam Lailatul Qadar, lalu aku dijadikan lupa kepadanya; malam Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh terakhir (bulan Ramadan), pertandanya ialah cerah dan terang, suhunya tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan padanya terdapat rembulan; setan tidak dapat keluar di malam itu hingga pagi harinya.”
Dari hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwasannya lailatul qadar jatuh pada sepuluh malam terakhir Ramadan, walaupun pendapat yang paling kuat adalah malam ganjil kendati demikian tidak menutup kemungkinan bahwa malam Lailatul Qadar jatuh di tanggal genap karena Allah SWT merahasiakan malam ini agar umat muslim bersungguh-sungguh untuk mencarinya.
Rasulullah SAW telah menjelaskan ciri-ciri malam Lailatul Qadar. Untuk mengantisipasi maka sebaiknya lakukan amalan-amalan di setiap malam dari sepuluh malam terakhir Ramadan seperti i’tikaf perbanyak sholat sunnah, berzikir dan memohon ampunan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan malam yang mulia tersebut.
Penulis : Sarah Maulida









