Transformasi Konsep Penilaian Sharia Awards: Dorong Lahirnya Azhari Muda Progresif dan Berprestasi

0
23

Sukma, Kairo – Sharia Awards (SA) atau ajang nominasi tahunan SEMA-FSI diselenggarakan pada Rabu (5/8) di Nadi Sikkah, Madinat Nasr. SA 2026 berorientasi mendorong mahasiswa untuk aktif dan progresif. Oleh karena itu, pada tahun ini, SA berfokus pada pembinaan peserta award, bukan sekadar pemberian penghargaan.

Dalam sambutannya, Kunta Ulinnuha selaku Ketua SEMA-FSI mengungkapkan latar belakang diselenggarakannya Sharia Awards. “Tahun ini mengangkat tema dengan dua kata kunci penting, yaitu Azhari unggul dan progresif. Kita ingin mahasiswa-mahasiswa yang punya keunggulan dalam akademik dan nonakademik memiliki kesadaran untuk meningkatkan progresivitasnya dalam mewujudkan kesalehan sosial,” ujar Kunta.

Dengan tujuan tersebut, terdapat tiga pembaruan yang dirancang panitia tahun ini dalam proses seleksi peserta, yaitu: 1) Outline esai sebagai syarat pendaftaran, 2) Sekolah Mawapres, dan 3) Kursi Panas Mawapres ya ng merupakan forum uji publik bagi para finalis.

Khaliza Arzeti, Koordinator Bidang Mawapres, mengatakan alasan di balik penyusunan konsep baru tersebut. “Kenapa diadain sekolah mawapres, agar bekal-bekal yang didapat dari sekolah mawapres dapat digunakan ketika uji publik dan setelah diberdayakan. Dan jika tidak menjadi pemenang pun tetap dapat manfaat yang bisa diamalkan di kehidupan sehari-hari dan masyarakat,” jelas Liza.

Konsep baru ini melahirkan dua pemenang yang berhak menyandang gelar Mawapres Fakultas Syariah Islamiyah 2026, yaitu Moch. Fikri Abdul Aziz asal Gamajatim dan Rizqa Suraiya asal KMA.

Dalam pidato kemenangannya, Rizqa menyampaikan apresiasi kepada panitia yang bersama-sama menjalankan rangkaian penilaian dengan penuh dedikasi. “Yang ingin saya apresiasi daripada panitia sekalian yang masyaallah semuanya tertata rapi, mereka memfasilitasi kami dengan hampir sempurna. Terima kasih kepada seluruh panitia sekalian,” ungkap Rizqa.

Tak ketinggalan, Moch. Fikri menyampaikan kutipan dari film Spider-Man dalam pidato kemenangannya. Ia mengingatkan para Azhari untuk terus berusaha menjalankan tanggung jawab sebagai talabul ilmi.

With great power comes great responsibility. Dengan kekuatan yang besar akan datang tanggung jawab yang besar pula. Ini selaras bahwasanya ketika kita memiliki kesempatan yang luas, maka usaha dan tanggung jawab kita juga harus sama besarnya,” tegas Fikri, panggilan akrabnya.

Reporter: Yasmin Sholihatul Amalia
Editor: Khairiyatul Islamiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here