
Sukma, Kairo – Talk about Sharia Economy (TASE) diselenggarakan pada Rabu (29/07/2026) sebagai wadah edukatif bagi Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) untuk memperluas wawasan mengenai berbagai mazhab ekonomi serta memahami ekonomi Islam sebagai solusi yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan yang berlangsung di Markaz Tathwir ini menyasar Masisir yang sedang menempuh studi di Kairo, khususnya mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyah. Namun, seminar juga terbuka bagi Masisir dari fakultas lain yang memiliki ketertarikan terhadap kajian ekonomi Islam.
TASE merupakan salah satu program kerja Divisi Ektif Senat Fakultas Syariah Islamiyah (Sema-FSI). Selain menjadi ruang edukasi bagi Masisir, kegiatan ini juga menjadi wadah kerja sama antara mahasiswa dengan Markaz Sholah Kamil Universitas Al-Azhar.
Ketua Pelaksana TASE, Ahmad Rayzafiq, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada Masisir mengenai berbagai pemikiran ekonomi yang berkembang, sekaligus mengenalkan ekonomi Islam sebagai sistem yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
“Tujuan utama TASE adalah memberikan wawasan edukatif kepada mahasiswa, khususnya rekan-rekan Masisir di fakultas Syariah, tentang berbagai mazhab ekonomi serta mengenalkan bagaimana ekonomi Islam menjadi solusi yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah,” jelas Ahmad.
Seminar ini menghadirkan pakar ekonomi Islam dari Universitas Al-Azhar sebagai pengisi materi. Pembahasan yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai perspektif ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman terhadap konsep ekonomi Islam.
Kehadiran agenda ini turut menuai respons positif dari para peserta yang hadir. Salah satu audiens seminar mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi dalam acara yang dinilai membawa perspektif baru di lingkungan Masisir.
“Jujur senang sekali bisa berkesempatan ikut acara TASE di Markaz Tathwir. Menurut saya acara ini menghadirkan angin segar karena mengangkat tema yang terbilang masih cukup jarang dibahas secara mendalam di kalangan Masisir,” ungkap Annas Taufiquzaman, salah satu peserta seminar Tase.
Ia menambahkan bahwa dari segi substansi keilmuan, materi yang disampaikan memberikan wawasan bernilai dalam memetakan berbagai mazhab serta pemikiran ekonomi global, baik konvensional maupun syariah. Ia pun berharap agar Sema-FSI dapat lebih rutin menggelar kegiatan serupa di masa mendatang.
Untuk membantu peserta memahami poin-poin penting dari materi yang disampaikan, rangkaian seminar juga dilengkapi dengan sesi penyampaian kesimpulan oleh moderator yang kompeten. Selain memperoleh wawasan keilmuan, peserta juga mendapatkan syahadah resmi dari Markaz Sholah Kamil sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan.
Dalam persiapannya, panitia menghadapi tantangan terkait tempat dan waktu pelaksanaan. Semula, seminar direncanakan berlangsung di Aula Sholah Kamil. Namun, proses administrasi penggunaan tempat membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga tidak memungkinkan untuk disesuaikan dengan target pelaksanaan yang telah ditetapkan.
Sebagai solusi, panitia tetap menjalin kerja sama dengan Markaz Sholah Kamil, khususnya dalam menghadirkan narasumber, tetapi memindahkan lokasi seminar ke Markaz Tathwir. Langkah tersebut diambil agar kegiatan tetap dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
Melalui kegiatan ini, Ahmad berharap peserta tidak hanya memahami konsep dasar ekonomi Islam, tetapi juga memiliki gambaran yang lebih luas mengenai berbagai pemikiran ekonomi di dunia.
“Harapannya, peserta tidak hanya memahami konsep dasar ekonomi Islam, tetapi juga memiliki gambaran yang lebih luas mengenai berbagai pemikiran ekonomi di dunia. Selain itu, kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak kajian dan diskusi ilmiah tentang ekonomi Islam di kalangan Masisir,” tutup Ahmad.
Reporter: Khairiyatul Islamiyah

