Yuk Simak, Inilah Keutamaan-Keutamaan Bulan Ramadhan bagi Umat Islam

0
223

SEMAFSIALAZHAR.MY.ID, Kairo-Rabu, 13 Maret 2022 –Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan juga bulan penuh ampunan, bulan Ramadhan juga memliki banyak keutamaan, yang mana pada bulan Ramadhan seluruh amal ibadah dilipatgandakan pahalanya, tentu ini merupakan salah satu pemberian rahmat dan nikmat dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang memanfaatkan momen bulan suci ini dengan memperbanyak amal ibadah. Maka haruslah kita sebagai hamba-Nya senantiasa selalu bersyukur dengan hadirnya bulan suci Ramadhan.

Pada bulan Ramadhan sangat banyak keutamaan yang dapat kita lakukan. Maka dari itu wajib bagi kita sebagai seorang muslim untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki kekurangan pada diri, dan juga mengajak orang-orang di sekitar kita untuk bersama-sama dalam melakukan kebaikan.

Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah dan ampunan ini tentunya menjadi bulan yang sangatlah ditunggu oleh umat Islam. Menurut beberapa keterangan, ada banyak keutamaan di bulan Ramadhan, keutamaan tersebut juga telah dijelaskan di Al-Qur’an dan juga As-Sunnah. Berikut ini 7 keutamaan bulan suci Ramadhan berdasarkan di Al-Qur’an dan juga As-Sunnah:

  • Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Keistimewaan bulan Ramadhan dalam Al-Qu’ran, yang utama adalah karena termasuk momen turunnya kitab suci Al-Qur’an itu sendiri. Peristiwa ini menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Hal ini tertuang dalam penggalan surah Al-Baqarah ayat 185 berikut ini:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍۢ فَعِدَّةٌۭ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”. (QS. Al-Baqarah: 185).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Allah SWT memuji bulan Ramadan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-Qur’an yang agung. 

  • Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Keistimewaan bulan Ramadhan lainnya adalah dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka, serta diikatnya setan-setan. Allah SWT memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan mengerjakan ibadah dan amal shalih selama bulan Ramadhan.

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

                    Artinya: “Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka.” (HR Tirmidzi)

  • Ramadhan adalah Bulan Penuh Berkah

Keistimewaan bulan Ramadhan selanjutnya yang yang tak kalah penting, bahkan kerap disebut dengan “Syahrun Mubarak”. Hal ini berdasarkan yang tertuang dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فِيْهَ الشَّيَاطِيْنُ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Rasulullah SAW bersabda: “Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad)

Keistimewaan bulan Ramadhan bukan hanya mendapatkan berkah pahala semata, tapi juga ada berkah lain ditinjau dari aspek ekonomi, di mana Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang, bahkan para mahasiswa yang menuntut ilmu di Mesir contohnya, salah satu yang paling dicari di bulan ramadhan, yaitu Maidaaturrahman (hidangan gratis yang diberikan secara cuma-cuma oleh para dermawan di Mesir).

Kemudian bagi fakir miskin, terdapat keistimewaan bulan Ramadhan tersendiri. Pada bulan suci ini, seorang muslim disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah. Bahkan diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk golongan yang membutuhkan.

  • Memberi Makan Sebanding Berpuasa Seharian

Keistimewaan bulan Ramadhan selanjutnya yang patut diagungkan adalah karena limpahan pahala dan keberkahan. Cukup dengan memberi makan atau minum buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut. Hal ini berlandaskan dalam Al-Qur’an, yaitu:

وَهَدَيْنَـٰهُ ٱلنَّجْدَيْنِ [10] فَلَا ٱقْتَحَمَ ٱلْعَقَبَةَ [11] وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْعَقَبَةُ [12] فَكُّ رَقَبَةٍ [13] أَوْ إِطْعَـٰمٌۭ فِى يَوْمٍۢ ذِى مَسْغَبَةٍۢ

Artinya: “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar. Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (Yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), atau memberi makanan pada hari terjadi kelaparan” (QS al-Balad : 10-14).

Diriwayatkan juga dalam hadist Rasulullah SAW berikut ini:

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّائِمِ لَا يَنْقُصُ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Arinya: “Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Ahmad)

  • Puasa di Bulan Ramadhan Senilai Puasa 10 Bulan

Abu Ayub Al-Anshary meriwayatkan hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti puasa enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu sama seperti puasa setahun.” (HR. Muslim)

Selain itu, juga ditegaskan dalam hadist Rasulullah SAW yang lain. Imam Ahmad meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda:

مَن صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتبَعَهُ سِتًّا مِن شَوَّال كَانَ كَصِيَامِ الدَّهرِ

“Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan siapa yang berpuasa setelah itu, berpuasa selama enam hari di bulan syawal (setelah idul fitri), hal itu sama nilainya dengan puasa sempurna satu tahun.” (HR. Ahmad).

  • Memiliki Bau Mulut Harum di Sisi Allah SWT

Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada aroma misk, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ اَلْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلىَ سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قاَلَ اللهُ تَعَالىَ: إِلاَّ الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، تَرَكَ شَهْوَتَهُ وَ طَعَامَهُ وَ شَرَابَهُ مِنْ أَجْلِيْ ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَ فَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ، وَ لَخُلُوْفُ فَمِّ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ

Artinya: “Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman : “Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. ia telah meninggalkan syahwat , makan dan minumnya karena Aku.” Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi”. (HR. Bukhari & Muslim]

  • Bulan Kesabaran

Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga, bulan itu adalah bulan yang penuh simpati (tolong menolong), dan bulan ditambahnya rezeki orang mukmin. Dalam hadits disebutkan:

وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ

Artinya: “Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)

                Dari beberapa keutamaan bulan Ramadhan di atas dapat disimpulkan bahwa ada banyak nilai yang dapat kita ambil ketika datang bulan suci Ramadhan, salah satu pesan moral yang kita dapatkan dalam berpuasa adalah membentuk sikap jujur dan disiplin.  Maka dari itu sebagai seorang muslim sudah sepantasnya memperbarui niat dan juga meningkatkan kualitas ibadah, serta memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin di bulan yang penuh berkah ini.

Penulis : Muhammad Iqbal Reza Al-Ghifary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here