Patahkan Stigma Beauty Standard dengan Rasa Syukur dan Menjadi Independent Women

0
433

SEMAFSIALAZHAR.MY.ID, Kairo-Senin, 4 April 2022 –Pertama mari kita cari tahu apa makna dari standard itu tersendiri. Standard adalah ukuran atau tingkatan tertentu yang dipakai sebagai patokan, makna lainnya standard itu terbentuk oleh lingkungan dan apa yang masyarakat sepakati, standarisasi apa yang ada di dunia ini semuanya terbentuk oleh manusia, baik itu standar kekayaan, standar kebahagiaan, standar kepintaran hingga standar kecantikan dan ketampanan seseorang pun ditentukan oleh masyarakat dan lingkungan itu tersendiri.  

Beauty standard di berbagai negara berbeda-beda. Contohnya di Mauritania, Fiji dan Nigeria, wanita jika terlalu kurus itu dianggap jelek. Wanita-wanita muda yang ingin menikah mereka disuruh makan yang banyak agar gemuk dan cantik. Misal lainnya di Korea Selatan, standar kecantikan mereka itu diukur dengan kulit yang mulus dan putih, langsing dan juga tinggi. Akan tetapi standar kecantikan juga dapat berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Kenapa? Karena adanya perkembangan zaman dan teknologi dari masa ke masa, salah satunya adalah media. Media adalah salah satu kontributor terbesar dalam membentuk spesifikasi beauty standard di masyarakat yang mana itu semua unrealistic (semu).

Sejarah dan literasi yang cenderung menjadikan perempuan suatu objek dari sudut pandang manapun dan dari sudut pandang masyarakat pada umumnya, bahwasanya perempuan adalah simbol kecantikan dan keindahan. Oleh karena itu, tak sedikit perempuan dijadikan objek oleh media, seperti iklan dan promosi lainnya dalam dunia media. Juga tidak sedikit juga kaum wanita yang mematok standar kecantikannya pada artis-artis atau model-model di televisi dan sosial media. Padahal setiap perempuan itu sudah memiliki standar kecantikan dan kelebihannya masing-masing.

Kita sebagai umat muslim tentunya harus bersyukur dengan apa yang sudah Allah SWT berikan terhadap kita, hamba-Nya. Karena Allah SWT telah mengangkat derajat kaum hawa melalui perantara dan perjuangan Baginda Rasulullah SAW. Kamu bisa mematahkan stigma tersebut dengan rasa syukur dan menjadi independent women. Sekarang banyak masyarakat yang menilai independent women, dialah yang bisa menghasilkan finansial secara mandiri atau sendiri. Padahal perempuan mandiri itu bukanlah dia saja yang bisa menghasilkan uang sendiri, perempuan yang mandiri itu bisa juga diartikan dengan dia yang memiliki tujuan hidup serta rencana untuk bisa menggapainya.

Seseorang yang mandiri dan tangguh tidak mudah terpengaruh dengan adanya standar kecantikan tersebut. Sebab mereka cenderung percaya diri dengan apa yang ada dalam diri mereka, termasuk dalam hal tampilan fisik dan hal yang lainnya. Selain itu, perempuan yang mandiri sudah pasti memiliki prinsip serta nilai-nilai kehidupan yang ia pegang, adanya prinsip dan nilai hidup ini membuat mereka mudah mengenali mana yang baik dan tidak baik untuk dirinya sendiri.

Lalu bagaimana caranya agar kita tidak terpengaruh dengan adanya stigma standar kecantikan  tersebut, ada beberapa cara agar kita bisa mematahkan stigma tentang standar kecantikan tersebut, yaitu:

  • Self awareness and be confident

Tanpa kita sadari standar kecantikan kita itu dibentuk oleh orang lain dan akhirnya kita tidak bersyukur dengan apa yang sudah Allah SWT berikan. Tentunya kita sebagai umat muslim harus bersyukur dan berterima kasih dengan apa yang sudah Allah SWT berikan, dengan menyayangi diri kita sendiri dan menjadi orang yang percaya diri. Karena jika kita menyayangi diri kita sendiri pasti akan timbulah rasa kepercayaan diri.

  • Berani untuk speak up

Karena media adalah salah satu alasan kenapa standard of beauty itu ada. Kita sebagai perempuan be brave to speak up sampaikan apa yang perlu disampaikan, sekarang sudah bukan waktunya lagi perempuan itu malu-malu dan takut dengan pendapatnya sendiri. Jika itu baik maka sampaikanlah. Bagaimana stigma-stigma masyakarat tersebut mau hilang jika kitanya saja sebagai perempuan takut untuk speak up.

  • Maksimalkan potensi yang telah Tuhan berikan

Allah SWT telah menciptakan kita sebagai manusia dengan sebaik-baiknya rupa. Terkadang kita manusia tidak bersyukur dengan apa yang sudah Allah SWT berikan, dengan rasa syukur dan menyadari potensi yang dimiliki, kita bisa menjadi manusia yang baik serta berkualitas.

  • Saling menghargai satu sama lain

Sikap kita terhadap sesama harus saling menghargai satu sama lain dan jangan saling menghina karena itu bisa menjadi salah satu penyebab seseorang itu merasa tidak bersyukur dan timbulnya rasa tidak percaya diri. Mencela hanyalah dilakukan oleh orang yang hatinya jauh dari akhlak terpuji, karena hakikatnya seorang muslim ialah saling bersaudara dan saudara semestinya harus saling menghargai dan menyemangati. Kembali lagi bahwasanya setiap manusia itu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, dengan saling menghargai satu sama lain, insha Allah hidup akan menjadi lebih tentram dan damai.

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q.S Luqman : 12)

Namun, yang terpenting adalah kamu harus bersyukur, percaya diri, dan mengidentifikasi diri kamu sebagai perempuan yang spesial. Karena, karakter perempuan yang mandiri dan percaya diri juga tidak sepenuhnya sempurna, namun mereka tahu bahwa mereka luar biasa, terlepas dari ketidaksempurnaan yang dimilikinya. Kita sebagai hamba-Nya harus memperbanyak rasa syukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT, yang telah menciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya. Rawat dan jaga apa yang sudah Allah SWT berikan dan bersyukurlah, karena dari rasa syukur tersebutlah kunci dari kebahagiaan hidup.

Penulis : Siti Zahra – Keputrian SEMA FSI 21/22

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here